Author Archives: Toni Kus Indratno

Tata Tulis SKRIPSI (yang sering) Diabaikan

Dalam pembuatan tugas akhir berupa skripsi seringkali mahasiswa disibukkan dengan tata tulis dan pengaturan tampilan akhir skripsi itu. Tetapi seringkali mahasiswa hanya menganggap remeh hal tersebut, mahasiswa memberikan porsi lebih pemikirannya untuk memikirkan hasil penelitiannya dari pada tata tulis skripsi. Padahal tata tulis dan tampilan hasil akhir skripsi merupakan hal yang sangat penting. Bayangkan saja sebuah karya mahasiswa strata satu (S-1) penulisannya masih acak-acakkan tidak karuan, apa kata dunia ?

Kejadian semacam ini terjadi hampir di semua perguruan tinggi Continue reading

Saatnya Migrasi ke OpenSource

Operating System (OS) merupakan perlengkapan wajib bagi komputer agar bisa berjalan. Sudah bertahun-tahun lamanya kita dijajah untuk menggunakan OS berbayar. Bagi yang empunya dompet tebal mungkin tidak masalah menggunakannya, tapi bagaimana untuk kalangan ekonomi menengah, para pelajar, mahasiswa dan para guru? Jangankan untuk membeli sebuah paket OS, untuk makan saja mereka masih berpikir keras. Mau tak mau jalan satu-satunya adalah melegalkan secara paksa OS yang ada atau biasa disebut orang dengan membajak.

Menggunakan software bajakan (kita khususkan OS) tidak pernah bisa dibenarkan menurut hukum dan menurut agama manapun karena telah melanggar hak cipta atas penciptanya. Bahkan Nabi pernah bersabda yang artinya “Barang siapa telah lebih dahulu mendapatkan sesuatu yang mubah (halal) maka dialah yang lebih berhak atasnyaContinue reading

CARUT-MARUT PEMBAGIAN TOGA UAD

Wisuda dan mengenakan toga adalah idaman setiap insan yang menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Betapa tidak setelah sekian lama berjuang berkutat dengan teori-teori kuliah hingga siap dilepas ke dunia kerja.

Sungguh bahagianya ketika mendengar hari wisuda akan tiba, sanak famili di kampung sudah siap bergegas menuju ke kota pelajar. Tapi tidak untuk mahasiswa UAD Yogyakarta, perjuangan para mahasiswanya masih ditambah lagi dengan mengantri berebut dengan sesama mahasiswa untuk mendapatkan seragam kebesaran seorang wisudawan (Toga). Pembagian yang carut-marut menandakan tidak bisanya panitia wisuda untuk memenej dengan baik proses Continue reading

[Mengapa] Hanya Sekedar Wacana

Permasalahan dunia pendidikan di Indonesia memang begitu peliknya. Bahkan saking peliknya sampai saat ini belum juga bisa ditemukan akar permasalahan dan solusinya. Telah banyak orang yang mencoba mengurai permasalahan yang ada, dari orang awam, aktivis mahasiswa, guru, dosen bahkan para pakar pendidikan. Mereka mencoba menelaah bagaimana masalah itu muncul, dan harus bagaimana cara agar masalah itu terselesaikan. Banyak diantara mereka yang sampai menyalahkan satu sama lain bahkan banyak pula yang menyalahkan pemerintah. Mereka berpendapat harusnya pemerintah begini begitu, seperti ini dan seperti itu.

Sebenarnya ide-ide meraka banyak  merupakan ide yang cemerlang dan mumpuni. Tapi yang sangat disayangkan apa yang mereka sampaikan hanya Sebatas wacana. Mengapa hanya sekedar wacana ?