Guru sekarang Hanya Bisa Mengajar !

Tugas guru menurut undang-undang adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Betapa berat tugas guru sekarang ini. Jika semua guru sudah bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya maka mustahil jika pendidikan Indonesia masih terpuruk seperti sekarang ini.

Pemerintah selalu menuntut guru untuk profesional dalam menjalankan tugasnya. Agar anak-anak Indonesia memiliki pengetahuan yang memadai dan budi pekerti yang luhur. Tetapi mereka tidak sadar bahwa kebijakan yang mereka terapkan justru membelenggu guru untuk mendidik para siswa. Kita tengok saja kebijakan pemerintah yang kontrioversial tapi sudah diterapkan 4 tahunan, Ujian Akhir Nasional (UAN).

UAN selain membelenggu guru juga memberikan pressure yang sangat berat untuk siswa. Betapa tidak guru harus berusaha semaksimal mungkin untuk membawa siswanya lulus UAN dalam waktu yang singkat. Tak anyal jika guru mencari berbagai cara untuk meluluskan siswanya, entah dengan latihan soal, menambah jam belajar, dan lain sebagainya. Pokoknya yang terpenting adalah soal, soal dan soal. Guru disibukkan dengan mengajar siswa mereka Continue reading

SEPUCUK SURAT DARI MAHASISWI

Beberapa waktu lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) sedang punya “gawe” besar. Pasalnya mereka tengah merayakan hari jadi FKIP. Acara dengan tajuk Gebyar FKIP “30 Hari Membangun Cinta untuk FKIP”  ini menyuguhkan banyak kegiatan mahasiswa, antara lain Pelatihan menulis, Lomba StandUp Comedy, Lomba Menulis Cerpen, Lomba Menulis Surat Cinta untuk Dekan, Futsal antar prodi, dll.
Namun ada sedikit kelalaian dari panitia, mereka melupakan hal yang amat kecil namun cukup riskan, yaitu tidak adanya kursi di panggung, padahal banyak kontestan memerlukan kursi. Continue reading

Tata Tulis SKRIPSI (yang sering) Diabaikan

Dalam pembuatan tugas akhir berupa skripsi seringkali mahasiswa disibukkan dengan tata tulis dan pengaturan tampilan akhir skripsi itu. Tetapi seringkali mahasiswa hanya menganggap remeh hal tersebut, mahasiswa memberikan porsi lebih pemikirannya untuk memikirkan hasil penelitiannya dari pada tata tulis skripsi. Padahal tata tulis dan tampilan hasil akhir skripsi merupakan hal yang sangat penting. Bayangkan saja sebuah karya mahasiswa strata satu (S-1) penulisannya masih acak-acakkan tidak karuan, apa kata dunia ?

Kejadian semacam ini terjadi hampir di semua perguruan tinggi Continue reading

Saatnya Migrasi ke OpenSource

Operating System (OS) merupakan perlengkapan wajib bagi komputer agar bisa berjalan. Sudah bertahun-tahun lamanya kita dijajah untuk menggunakan OS berbayar. Bagi yang empunya dompet tebal mungkin tidak masalah menggunakannya, tapi bagaimana untuk kalangan ekonomi menengah, para pelajar, mahasiswa dan para guru? Jangankan untuk membeli sebuah paket OS, untuk makan saja mereka masih berpikir keras. Mau tak mau jalan satu-satunya adalah melegalkan secara paksa OS yang ada atau biasa disebut orang dengan membajak.

Menggunakan software bajakan (kita khususkan OS) tidak pernah bisa dibenarkan menurut hukum dan menurut agama manapun karena telah melanggar hak cipta atas penciptanya. Bahkan Nabi pernah bersabda yang artinya “Barang siapa telah lebih dahulu mendapatkan sesuatu yang mubah (halal) maka dialah yang lebih berhak atasnyaContinue reading