Kecamlah Orangnya Bukan Karyanya

Pada kesempatan yang baik ini, sesekali saya mencoba menulis suatu topik diluar bidang ilmu saya, yaitu tentang dunia entertaiment. Senin 23 Juli 2012 lalu, Nazriel Irham sang vokalis band papan atas  Peterpan memulai babak kehidupan baru di luar Lapas, ia bebas bersyarat hingga tahun 2014 kelak. Ratusan penggemar dan puluhan pemburu berita tampak menunggu kebebasab Nazriel di depan pintu lapas. Para penggemarnya mengelu-elukan namanya menyambut kebebasan sang idola dengan penuh rasa suka cita.

Namun, tetap saja ada sejumlah pihak yang sinis akan kebebasan Nazriel. Sempat ada yang berkata “Ariel itu bukan Pahlawan, tapi Bintang Porno” terang salah seorang oknum ormas Islam. Seperti yang telah diketahui khalayak ramai kalau Nazriel terpaksa mencicipi pahitnya bui karena aksinya dengan sejumlah selebriti merekam perbuatan terkutuk dan kemudian video tersebut tersebar ke seluruh antero negeri.

Terlepas dari pihak penggemar dan pihak “pencela” Nazriel. Ada ajaran agama Islam yang sangat agung, yaitu Alloh selalu membuka pintu Taubat untuk semua hamba-hambanya yang ingin bertaubat. DIA Maha Pemaaf dan Maha Segala-galanya. Tidak semestinya kita mencela orang dari masa lalunya. Semua orang punya masa lalu, entah baik ataupun buruk, semua bagian dari kehidupan. Bahkan pendapat orang tua saya dulu “Mending Mantan Bajingan dari pada Mantan Kiyai”. Nazriel telah menjalani hukumannya, dan kita do’akan saja dia segera bertaubat.

Bagi pihak yang dengan mati-matian mencela, silahkan tak ada orang yang berhak melarang. Namun celalah orangnya, bukan karya-karyanya. Tidak dapat kita pungkiri lagi kalau karya-karya Nazriel mempunyai kualitas musik yang tak bisa dianggap remeh. Kualitas musiknya ibarat barang Kualitas nomor satu. Buktikan sendiri dengan mengunduh lagunya di sini. Lagu yang ia ciptakan semasa ia berada dalam penjara. Bahkan yang sangat lucu pernah ada status sebuah jejaring sosial yang menuliskan seperti ini “Ariel Bebas, Boyband tewas”.¬† Masuk akal juga, sekarang Indonesia tengah marak tumbuh Boy dan Girl Band yang hanya mengandalkan tampang tanpa mengedepankan kualitas karyanya.

Jadi, celalah orangnya. Jangan cela karyanya.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>